Tentang saya

makhluk Allah yang sedang belajar dan akan akan terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri

insyaAllah…


 

PUISI UNTUK SUAMIKU

Suamiku…
Malu rasanya untuk kesekian kalinya mengatakan “maafkan aku”
Karena bagitu sering aku melakukan kesalahan
dan setiap itu pula ku katakan “maafkan aku”
dan kau selalu memaafkan ku

Suamiku…
Malu rasanya untuk kesekian kalinya mengatakan “aku sangat mencintaimu”
karena sedikit sekali pengorbanan yang kulakukan untuk membahagiakanmu
dan sering kali aku hanya bisa mengeluh padamu
dan kau selalu mendengarkan ku
kau selalu berusaha menenangkan ku 

 

oh.. suamiku…
tahukah kau betapa ingin aku menjadi istri yang sempurna bagimu
aku ingin bisa selalu melayanimu
aku ingin bisa selalu membagiakanmu
aku ingin bisa selalu menjadi penyejuk hatimu

oh.. suamiku…
aku ingin yang terbaik bagimu…

Suamiku…
tahukah kau betapa khawatirnya aku ketika ku tahu kau sedang demam?
tahukah kau betapa khawatirnya aku katika kau telat makan?
tahukah kau betapa khawatirnya aku ketika aku tak mendapat kabar darimu?

Suamiku…
aku sangat bahagia ketika bisa bersama mu
aku sangat bahagia ketika bisa melayani mu
aku sangat bahagia ketika aku bisa menyiapkan sarapan untukmu
aku sangat bahagia ketika aku bisa menyiapkan seragam kerjamu
aku pun bahagia ketika kau mengantarkan ku menggunakan motor kesayanganmu
aku pun bahagia ketika kau membantu ku mengerjakan pekerjaan rumah

Suamiku…
tahukah kau,
aku bangga menjadi istrimu
aku bangga atas kesabaranmu
aku bangga atas kebaikanmu
aku bangga atas sikapmu
aku bangga kau menjadi suamiku

Suamiku…
maafkan aku
aku mencintaimu
aku pun membutuhkan mu
aku akan belajar menjadi istri yang baik untuk mu
280910

 

MAMA, IBU, & BAPAK

Sahabat,

Apa yang akan kau pikirkan kalau kau memiliki ketiganya, mama, ibu, dan bapak. Mereka orang tuamu. Yang satu melahirkanmu dan merawatmu untuk beberapa waktu, yang satu lagi melanjutkan untuk merawatmu. Dan bapak, dialah yang mencari nafkah untukmu dan orang-orang yang merawatmu. Semua untuk dirimu, agar kau dapat hidup layak, agar kau memiliki tempat tinggal, agar kau mendapatkan pendidikan dengan baik, semua untuk kebaikanmu.

Sahabat,

Lantas apa yang membuatmu membenci istri bapakmu? Apakah dia menelantarkanmu? Mungkinkah dia menyakitimu dengan sengaja? Dia telah merawat bapakmu. Dia juga merawatmu. Tidakkah kau berpikir, bagaimana jika bapakmu sakit? siapa yang akan mencarikan nafkah untukmu?

Sahabat,

Kasih sayang mama, kasih sayang bapak adalah yang paling tulus di dunia ini. Tidak ada yang mampu menandingi kasih sayang mereka terhadapmu, kecuali Allah dan Rasulnya. Orang tua kandungmu dan juga kau, sudah selayaknya saling mengasihi, saling menyayangi, saling mencintai, saling menjaga, saling merawat.

Sahabat,

Bagaimana kalau yang menyayangimu, yang menjagamu, yang mengasihimu, yang mencintaimu, yang merawatmu adalah orang lain? Dia tidak ada hubungan darah denganmu. Dia hanya berusaha untuk bisa membuatmu nyaman sebagaimana kau merasa nyaman dengan mama-mu. Dia berusaha untuk menyayangimu, berusaha untuk menjagamu, berusaha untuk mencintaimu, terus merawatmu. Bukankah itu suatu hal yang luar biasa? Tidakkah kau menghargai semua usahanya?

Sahabat,

Betapa egoisnya dirimu… Apa lagi yang kau tuntut darinya? Apa lagi yang kau ingin dia lakukan untukmu? Apalagi yang bisa membuatmu puas dengan apa yang dia lakukan untukmu? Oh… betapa egoisnya dirimu…

Sahabat,

Bukankah kau pernah melakukan kesalahan? Bukankah kau pernah tidak pulang hingga mereka begitu mengkhawatirkanmu? Bukankah kau sering mengeluhkan yang sudah dia lakukan untukmu?

Sahabat,

Sekarang apa yang bisa kau lakukan untuknya? Atas usaha yang sudah dia lakukan untukmu dan bapakmu? Atas apa yang sudah dia korbankan untukmu? Tidakkah kau sadar sahabat… betapa besar pengorbanannya… dia lebih memperhatikan perasaanmu daripada perasaannya sendiri…

Oh… sahabat,

Bukankah istri ayahmu adalah ibumu? Mereka adalah ibumu…

Sabtu, 040409; 11:46 pm

 

 

IBU BAGI AYAHNYA

Ia adalah ibu bagi ayahnya. sikapnya, bahkan cara jalannya pun mirip dengan ayahnya. Begitu ia mencintai ayahnya. pun demikian sang ayah. Perempuan yang mulia. pemimpin para wanita di akhirat kelak. Fatimah Az-Zahra.

Mungkinkah aku mampu seperti beliau… menjadi ibu bagi ayah. ayah yang sangat dicintai. ayah yang selalu kudoakan kesehatannya, kuharapkan selalu kebahagiaan menyertainya, kuharapkan selalu kedekatannya dengan Allah… agar ia selalu berada dalam bimbingan-Nya. Agar ia selamat dunia akhirat…

Fatimah Az-zahra… tanpa Siti Khadijah, menjadi ibu bagi ayahnya.

jakarta, 030409, 20.38

 

 

 

Tanggapan

  1. Asslm, ukhti……..

  2. Wa’alaykum salam wrwb ukhti….
    hmm… lahirnya tanggal 2 Februari ya..?

  3. di menubarnya bertulisan tentang saya, tapi kok isinya tentang shabat semua…. pie to iki mba..

  4. hahaha…. wah.. Anda ini teliti sekali ya.. ;) )
    jadi harus diganti apa dong ?

    eh, dari bahasanya sepertinya saya kenal Anda deh…
    hmm…. hayo.. ngaku…

  5. Assalamu’alaikum ukhti, smoga bisa mngikuti jejak putri Rasulullah SAW utk mnjadi ibu ayahnya, aamiin ya Rabbal’aalamiin

  6. wa’alaykum salam wrwb.
    aamiin….

  7. salam kenal mba, blog yang bagus,,kebetulan saya sedang explore cara-cara hidup sehat yang terkait menjaga pencernaan dan lambung, terima kasih

  8. salam kenal juga. alhamdulillah kalau membantu. kebetulan saya sering bermasalah dengan pencernaan jd pasang artikel tentang itu juga deh… lumayan hasil copy paste.. mohon maaf buat yang punya artikel kalau tidak menyertakan alamat urlnya (lupa dicopy juga)…

  9. wa’alaykum salam wrwb.

    aamiin..

    terima kasih

  10. Ini blog nya tsabita ato bukan ?

  11. lebih tepatnya saya pakai nama tsabita. itu nama favorit saya, bukan nama asli saya
    terima kasih sudah berkunjung

  12. assalaamu’alaikum WR,WB

    Ibu yang terhormat boleh tahu,sekolah MA nya lulusan mana,,,,,?

  13. bu kangen saya ???? gimana dongggg

  14. ?????
    kangen sama siapa ….
    telp aja atau temui orang nya

  15. wa’alaykumsalam wrwb.
    Saya sekolah di sekolah umum, tepatnya SMUN4 Tangerang. saat ini sudah lulus S1 dan sedang melanjutkan S2.
    Sampai saat ini masih belum sempat update blog, insyaAllah masih akan terus diupdate
    terima kasih atas kunjungannya..

  16. assl,bu ma’af saya mau t’y,,,

    saya bingung banget denger cerita teman saya, dia sudah menikah, dia seorang wanita,
    beberapa hari yang lalu dia berta’y kepada saya, gini nih bu perta’ya”an’y,,,,,” ”

    “suatu hari suamiku memanggilku, disaat yang bersamaan ibuku juga memanggilku, kemudian aku bingung mana yang harus aku dahulukan, apakah suamiku ataukah ibuku,,,? ”

    bu tlng kasih jawaban’y yaa,,,,

    syukron katsiron

    wass,,,,,

  17. ibu nurjalih, ya jelas suaminya dong, karena ia sekarang di bawah tanggung jawab suami

  18. Ass. Lam kenal Uhti semoga ada manfaatnya semoga Alloh memberi kekuatan agar puasa bisa selesai nemui 1 syawal 1431 Hijriyah Wass. dari lampung

  19. Bapak anung terima kasih atas jawabannya.
    ibu nurjalih, saya sependapat dengan bapak anung, tetapi mohon maaf saya tidak bisa menyertakan dalilnya karena saya tidak hafal.

    terima kasih


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.