Oleh: tsabitamuthmainnah | April 14, 2009

FIRST LOVE (2)

Hai kawan, aku chika. Sekarang aku berusia 20 tahun. Aku sedang kuliah semester 5 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Aku sudah berjilbab lho… sejak semester 2, aku mulai berjilbab. Banyak pengalaman spiritual yang terjadi padaku sejak aku berjilbab. Tapi untuk kali ini, aku tidak akan membahas itu. Aku akan membahas yang cukup menarik untuk dibaca. CINTA!! CINTA PERTAMA!! Atau bahasa kerennya FIRST LOVE.

Aku tidak pernah menyangka, aku akan dapat kesempatan untuk sering berbicara dengannya. Secara, kita beda angkatan dan beda jurusan. Tapi kami masih satu fakultas.

Aku ingat pertama kali melihatnya. Sepertinya saat itu aku belum berjilbab. Ia mengenakan jaket berwarna gelap. Dan seperti ABG pada umumnya, hati kecilku berkata, “gantengnya….”

Sekarang, aku satu kepengurusan dengannya di salah satu kegiatan mahasiwa di kampusku. Karena satu kepengurusan, membuat kami sering koordinasi dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh UKM ( unik kegiatan mahasiswa) kami.

Di mataku, ia memang sangat mengagumkan. Selain cerdas, ia juga aktif di kegiatan-kegiatan kampus. Disamping itu, ia memiliki sifat kememimpinan yang tentu saja membuat banyak wanita klepek-klepek. Kalau dilihat dari tampang, lumayan banget buat dibawa ke kondangan =D

Intensitas pertemuan yang semakin padat dengannya membuatku semakin mengaguminya. Aku tidak pernah bermaksud untuk mendekatinya tapi kondisi yang memaksa kami untuk sering bertemu dan berbicara (ehm..ehm.. ngeles bu?).

Setelah beberapa pekan, aku merasakan perasaan yang belum pernah menjangkitiku. Aku merasa senang kalau melihatnya, berbicara dengannya. Aku juga selalu mengingatnya ketika sudah pulang kuliah. Aku selalu ingin bertemu dengannya.

Selidik punya selidik, ternyata aku telah jatuh cinta padanya. Astagfirullah… aku mulai menyadari kenapa beberapa pekan ini aku merasakan kondisi yang tidak seperti biasanya. Aku bahkan merasa tidak tenang.

aku mau makan, ku ingat kamu.

aku mau tidur, ku ingat kamu.

semuanya jadi serba kamu.

(oh… seandainya saat itu sudah ada lagunya dou maia, aku jamin… aku akan sering menyanyikan lagu itu…)

Yang lebih parah lagi, aku lebih sering mengingatnya dari pada mengingat Allah.

Curhat? Gak mungkin! Gak mungkin aku curhat sama teman-temanku. Bisa habis aku sama mereka. Mereka bisa habis-habisan meledekku. Selain itu, aku tidak ingin perasaanku ini diketahui oleh siapa pun. Teman-temanku, juga dia. Cukup aku dan Allah yang tahu.

Kawan, tahukah kau betapa tersiksanya diriku? Aku harus sering bertemu dengan orang yang aku sukai. Sedangkan aku tidak mungkin menunjukkan kalau aku menyukainya. Aku pun tidak mungkin menghindarinya atau keluar dari kegiatan mahasiwa. Aku tidak rela, hanya karena seseorang, kesempatanku untuk menimba ilmu dan pengalaman jadi terhambat.

Aku sudah berkomitmen akan memberikan porsi tertinggi cintaku hanya untuk Allah. Sedangkan untuk lawan jenis, bukan dengan cara seperti ini. Aku hanya ingin perasaanku untuk seseorang yang memang halal untukku.

Tiba-tiba aku lebih rajin beribadah. Aku sering shalat qiyamul-lail (shalat tahajud), aku puasa senin-kamis, aku tilawah lebih banyak dari biasanya, shalat dluha dan rawatib. Setiap sehabis shalat tahajud, aku selalu berdo’a, aku minta pada Allah agar aku tidak memiliki perasaan khusus lagi padanya. Dengan segala harap dan keinginan yang tinggi, aku memohon pada-Nya. Aku yakin, Allah mampu mengembalikan kondisi hatiku. Karena Dialah pemilik hati, yang mampu membolak-balikkan hati.

Aku mengikuti persangkaan Hamba-Ku terhadap-Ku.

Karena keyakinan yang tinggi akan pertolongan Allah, aku telah berhasil melupakannya. Aku kembali memposisikan dirinya di hatiku seperti semula. Karena aku tidak pernah bersedia ada satu makhluk pun yang menggeser posisi Allah di hatiku.

Begitulah cinta pertamaku. Aku perlu perjuangan yang keras dan keyakinan yang tinggi untuk memposisikan dirinya sesuai porsi seharusnya. Dan itu tidak mudah.

Kawan, hanya Allah lah yang bisa membantuku.

Terima kasih Allah…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.