Oleh: tsabitamuthmainnah | Oktober 29, 2008

“Katakanlah: ‘Berjalanlah di muka bumi!’”

Di antara perkara yang dapat melapangkan dada dan melenyapkan

awan kesedihan dan kesusahan adalah berjalan menjelajah negeri dan

membaca “buku penciptaan” yang terbuka lebar ini untuk menyaksikan

bagaimana pena-pena kekuasaan menuliskan tanda-tanda keindahan di atas

lembaran-lembaran kehidupan. Betapa tidak, karena Anda akan banyak

menyaksikan taman, kebun, sawah dan bukit -bukit hijau yang indah

mempesona.

Keluarlah dari rumah, lalu perhatikan apa yang ada di sekitar Anda,

di depan mata Anda, dan di belakang Anda! Dakilah gunung-gunung,

jamahlah tanah di lembah-lembah, panjatlah batang-batang pepohonan,

reguklah air yang jernih, dan ciumkan hidungmu atas bunga mawar! Pada

saat-saat yang demikian itu, Anda akan menemukan jiwa Anda benar-benar

merdeka dan bebas seperti burung yang berkicau melafalkan tasbih di

angkasa kebahagiaan. Keluarlah dari rumah Anda, tutup kedua mata Anda

dengan kain hitam, kemudian berjalanlah di bumi Allah yang sangat luas

ini dengan senantiasa berdzikir dan bertasbih.

Mengurung diri dalam kamar yang sunyi bersama kekosongan yang

membahayakan merupakan cara ampuh untuk bunuh diri. Kamar Anda

bukanlah alam semesta. Dan Anda biikan manusia satu-satunya di alam

La Tahzan 37

ini. Karena itu, mengapa Anda harus menyerahkan diri kepada “pembisikpembisik”

kesusahan dan kesedihan? Tidakkah Anda sebaiknya menyatukan

pandangan, pendengaran dan hati untuk menyeru kepada diri Anda

sendiri,

{Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat.}

(QS. At-Taubah: 41)

Marilah sekali-kali kita membaca al-Qur’an di tepi-tepi sungai, di

pinggiran hutan yang rimbun, di antara burung-burung yang sedang berkicau

membaca untaian puisi cinta, atau di depan gemericik aliran air sungai

yang sedang mengisahkan perjalanannya dari dari hulu ke hilir.

Menjelajahi pelosok-pelosok negeri merupakan kegiatan yang sangat

menyenangkan. Bahkan, para dokter sudah banyak merekomendasikan

kepada mereka yang sedang stres menghadapi suatu persoalan dan tertekan

oleh beratnya beban hidup, agar melepaskan semua itu dengan berjalan ke

tempat-tempat indah yang tak pernah ia kunjungi. Karena itu, marilah

sesekali kita berjalan menjelajah pelosok negeri untuk mencari ketenangan,

bergembira, berpikir, dan sekaligus menghayati ciptaan Allah yang sangat

luas ini.

{Dan, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

“Ya Rabb kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci

Engkau.”}

(QS. Ali ‘Imran: 191)


Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh tsabitamuthmainnah,

    Waktu muda membaca tafsir, saya ingat ungkapan ayat yang terjemahannya kira-kira berbunyi begini: “Berjalanlah engkau dimuka Bumi ini dan ingatlah nama Tuhanmu selalu …”.

    Ungkapan itu tidak ku lupa, saya bawa ke mana-mana terus seumur hidup dalam dunia fana ini. Saya tidak tahu pasti susunan kata-kata terjemahanya, namaun itulah yang saya ingat dan lafazkan sesuai dengan kemampuan saya mengingatnya secara prakktis ke mana-mana.

    Tahukah anda, di mana ayat itu dapat saya temukan kembali di dalam Al Quran? Tolong carikan dan berikan rujukan, Surat apa dan ayat berapa.

    Terima kasih banyak.

    Sjamsir Sjarif
    Sana Cruz, California, USA
    June 5, 2009
    http://www.santacruzsentinel.com/localnews/ci_12030675


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.