Oleh: tsabitamuthmainnah | September 25, 2008

Memahami Kemampuan Otak


Kamis : 2008-01-17
Oleh : gibran

MEMAHAMI KEMAMPUAN OTAK

Pengantar

Otak merupakan bentuk fisik dari pikiran anda.
Dia seperti raksasa yang sedang tidur – begitu besar, kolosal dan potensinya sangat mengagumkan.
Potensi ini seringkali terbengkalai didalam diri anda, tidak aktif dan tidak bergerak, menunggu untuk digunakan.
Padahal sebenarnya anda dapat memperoleh dan mengembangkan keterampilan, bakat, kekuatan dan kemampuan melebihi apa yang anda harapkan saat ini.

Hanya akhir-akhir ini saja penelitian ilmiah dibidang fisika, biokimia dan psikologi telah memusatkan perhatian pada kedalaman kemampuan pikiran yang misterius – dalam proses pemahaman yang lebih mendalam tentang otak manusia, pikiran dalam wujud ‘fisik’.

Studi dalam bidang ini mulai mengungkap kenyataan bahwa potensi laten otak manusia jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan. Penemuan yang menarik menunjukkan seluk-beluk ‘perbatasan’ otak – fungsi mentalnya yang berbeda dan karakteristik unik antara otak kiri dan kanan.

Otak anda berfungsi seperti super komputer, dia mempunyai kemampuan dan kapasitas visual, audio, matematis, analitis dan psikis yang mengagumkan; dan ini ditunjang oleh berjuta-juta sel otak yang bereaksi satu sama lain dengan cara yang sampai sekarang belum diketahui oleh para ilmuwan.

Yang diketahui adalah tidak adanya batas kemampuan dan daya cipta otak.
Seseorang dapat menjadi kreatif dan imajinatif atau menjadi deduktif, analitis dan instingtif sesuai keinginannya.
Otak tidak membatasi diri, dia bekerja sesuai keinginan anda dan berfungsi sesuai perintah anda.
Otak merupakan perangkat keras yang digunakan oleh pikiran anda untuk membentuk sikap, perasaan, persepsi, harapan dan hasil akhir yang anda inginkan dan idamkan. Dia merupakan abdi yang setia dan sangat penurut.

Pahami ini semua, maka anda akan mulai membebaskan diri dari batasan-batasan yang menghalangi pencapaian diri dan kemampuan. Jelajahilah batas-batas pikiran anda dan mulailah mempelajari kenyataan tentang otak anda. Hal ini akan memberikan kepada anda rasa percaya diri dan keyakinan untuk melangkah lebih jauh dalam pencarian diri. Barulah anda mulai dapat menyadari bahwa kecemerlangan dan keberhasilan dapat diraih oleh setiap individu.

Selama ini sangat sedikit yang diketahui tentang otak dan bagaimana cara bekerjanya.
Orang-orang sering dicap bodoh atau pandai, artistik atau pandai berhitung, intelek atau tidak … pada saat menilai kemampuan mental.

Sekolah formal mengajarkan sejumlah hal, tetapi pendidik hanya memberikan perhatian selintas terhadap otak dan fungsinya.
Sangat sedikit sekolah didunia yang mengajarkan kepada muridnya tentang bagaimana cara otak menyerap informasi, menyimpan informasi dan mengeluarkan informasi tersebut. Anak didik tidak belajar apapun (sangat sedikit) tentang sel otak dan jaringan penghubungnya.

Mereka jarang diajarkan tentang cara kerja memori, bagaimana mata bergerak pada waktu menyerap informasi, bagaimana proses belajar terjadi, bagaimana gambar bisa tercipta didalam kepala, dari mana datangnya imajinasi, bagaimana kreativitas dipupuk. Anak-anak tidak pernah tahu secara persis bagian otak mana yang sedang mereka gunakan dan yang lebih penting lagi, bagaimana mereka dapat menggunakan otak secara lebih baik.

Hal ini disebabkan sedikit sekali yang kita ketahui tentang otak.
Baru akhir-akhir ini saja (generasi sekarang) kita menyadari bagaimana masalah yang berhubungan dengan hal yang sepertinya disebabkan oleh kemampuan mental yang tidak memadai, ternyata sangat sedikit hubungannya dengan kapasitas otak yang mendasar. Kitapun menyadari bahwa selama ini kita memang tidak perduli terhadap potensi otak yang hebat dan mengagumkan ini.

Mungkin hal yang paling mencengangkan dari laboratorium penelitian para ahli otak adalah suatu kenyataan, bahwa rata-rata orang menggunakan otaknya kurang dari satu persen ! ; Jadi potensi luar biasa yang belum tersentuh masih ada dalam diri kita masing-masing.

Pesan sponsor :

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. -Qs. al-Baqarah 2:269

Yang mau mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang- orang yang mempunyai akal. -Qs. az-Zumar 39:18

OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

Sebenarnya, kita tidak memiliki satu otak, melainkan dua, yaitu otak kiri dan otak kanan.

Kedua otak tersebut secara biologis strukturnya identik dan bekerjasama secara harmonis.

Setiap otak terdiri atas berjuta-juta sel yang mirip bayi bergurita lengkap dengan lengan-lengannya yang panjang, menjangkau dan menghubungkannya dengan sel-sel yang lain.

Kedua otak tersebut fungsinya sangat berbeda dan mengatur bagian tubuh yang berbeda pula.

Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan dan otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri.

Luka pada otak kiri dapat menyebabkan kelumpuhan pada tubuh bagian kanan dan sebaliknya.

Sesungguhnya didalam otak kita, ada sepuluh hingga lima belas milyar sel otak dan didalam sepuluh atau lima belas milyar sel otak tersebut ada ribuan tentakel lagi didalamnya dan didalam setiap tentakel itu sendiri terdapat ribuan tonjolan (mirip bantalan penghisap) yang mana dari hubungan yang terbentuk oleh reaksi lembut elektrokimia antar tonjolan-tonjolan inilah yang menunjukkan tingkat intelektualitas atau kemampuan seseorang.

Penelitian intensif di Universitas California yang mempelajari tentang otak kiri dan otak kanan telah mengungkapkan bahwa masing-masing otak tersebut mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda, dari yang benar-benar kreatif dan imajinatif sampai yang paling logis dan kuantitatif. Dimana akhirnya didapatkan kesimpulan bahwa orang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan dalam menggunakan sisi otak yang lainnya. Akibatnya menjadi orang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan sangat subyektif.

Pesan Sponsor :

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. -Qs. 36 Yaasin :36

Beberapa fungsi dari otak kiri adalah menangani angka, susunan, logika, organisasi dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, beralasan dengan pertimbangan yang deduktif dan analitis. Otak kiri terbiasa dengan hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah, ia memfokuskan diri pada garis dan rumus, sebaliknya mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama.

Adapun beberapa fungsi otak kanan adalah mengurus dimensi yang berbeda seperti mimpi, berkhayal, warna, musik, ritme dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, imajinasi yang hidup, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan tidak begitu tegang, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis, dia lebih fokus pada rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, sebaliknya mengabaikan ukuran dan dimensi.

Pengungkapan ilmiah tentang struktur dan fungsi otak manusia ini penting bagi siapa saja yang memerlukan keyakinan tentang kemampuan alami otak. Sebenarnya baik kemampuan ilmiah maupun kemampuan artistik tidaklah terpisah antara satu dengan yang lain. Sebaliknya, setiap orang pasti didalam dirinya memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuannya dikedua kategori proses pemikiran ini.

Anda bisa bersifat ilmiah atau artistik, tetapi lebih baik lagi bila anda bersifat keduanya. Anda hanya perlu mengembangkan kekuatan otak and dengan semestinya. Yang lebih penting adalah suatu kenyataan bahwa sekarang anda dapat diyakinkan bila pada dasarnya tidak ada manusia yang disebut sebagai orang bodoh.

Setiap orang memiliki kemampuan didalam dirinya untuk menjadi jenius dan cerdas.

Bahan bakunya yaitu kemampuan, kapasitas dan potensi ada didalam diri setiap orang. Dia harus dikembangkan, karena potensi ini harus diwujudkan dan dipelihara untuk prestasi yang luar biasa. Ini adalah kenyataan, bukan opini. Dan siapapun tidak perlu percaya jika seseorang menyebut anda bodoh, bebal atau keras kepala.

Pesan Sponsor :

Semua manusia memiliki fitrah yang sama, sesuai hadis Nabi :

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda :” Tidak seorang anakpun, melainkan dia dilahirkan dalam keadaan fitrah.”

- Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim

Dan firman Allah :

Maka hadapkanlah dirimu dengan lurus terhadap agama menurut fitrah Allah yang telah menciptakan fitrah itu pada manusia. -Qs. ar-Rum 30:30

Dan sungguh Kami telah memuliakan anak-anak Adam, dan Kami anugerahi mereka kendaraan didarat maupun dilautan, lalu Kami beri rezeki kepada mereka dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dari kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan.

- Qs. al-Israa’ 17:70

Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ? padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar; Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. – Qs. 22 al-Hajj : 46

MEMAHAMI KEMAMPUAN OTAK 2

Otak secara keseluruhan terbentuk dari jaringan berpola laba-laba yang mengagumkan yang saling berhubungan.
Sekarang, pertimbangkan sejumlah hubungan yang dilakukan oleh ribuan tonjolan kesepuluh sampai lima belas milyar sel otak atau lebih …! Perhitungan inilah yang telah meyakinkan para ilmuwan bahwa manusia normal baru menggunakan otaknya kurang dari satu persen ! Ini jugalah yang meyakinkan para ilmuwan bahwa otak adalah sebuah maha komputer !

Jika anda seorang ahli matematika dan anda mencoba menghitung jumlah hubungan antara masing-masing tonjolan tentakel yang terdiri atas sepuluh milyar sel otak pada otak tingkatan rata-rata, maka anda akan menghadapi suatu jumlah yang maha besar. Hubungan inilah yang membentuk “pertalian” antara potongan-potongan informasi dan pengetahuan yang secara utuh membentuk apa yang disebut dengan kecerdasan manusia.

Setiap saat seseorang belajar sesuatu, mengingat sesuatu, mengalami sesuatu – pertalian terbentuk antara tonjolan-tonjolan tersebut, sehingga sepanjang kehidupan seseorang, jutaan hubungan ini membentuk penggunaan otak masing-masing individu. Jumlah sel otak atau neuron yang berjumlah antara 10 hingga 15 milyar itu bukan alat untuk menunjukkan intelektualitas seseorang, tetapi justru bisa dilihat bagaimana tonjolan-tonjolan yang tumbuh dari tentakel saling berhubungan. Setiap tonjolan dihubungkan kepaling tidak satu sel lain, dengan demikian membentuk pola hubungan didalam otak.

Inilah kiranya secara sederhana sebuah gambaran mengenai bagaimana pikiran berfungsi.
Kita diberi tahu bahwa hubungan vital antar ribuan tonjolan setiap tentakel terjadi sebagai akibat dari apa yang disebut getaran elektrik (elektrokimia) yang terjadi setiap saat pikiran digunakan. Kita menyebutnya sebagai proses berpikir, dan pada tingkat berpikir yang lebih lanjut disebut berkonsentrasi.

Semakin kita berpikir maka semakin banyak kita menggunakan otak kita. Dan bila semakin banyak kita menggunakan otak kita, maka akan lebih baik dilihat dari sudut menciptakan tambahan intelejensia. Demikian juga semakin kita berkonsentrasi, semakin kita memperbaiki penggunaan otak kita.

Seharusnya tidak mengherankan bahwa para intelektual, guru, kaum professional dan sebagainya – (yaitu orang-orang yang berhasil) – adalah siapa saja yang telah berhasil dalam menggunakan otaknya sampai tingkat tertentu yang lebih tinggi daripada orang-orang biasa.

Oleh karena itu, kunci untuk membuka intelegensia adalah sederhana … gunakan otak anda sebanyak dan sesering yang bisa anda lakukan !
Cara sederhana yang bisa anda kerjakan adalah melakukan sedikit usaha. Tidaklah memerlukan usaha phisik yang berat untuk menggunakan otak.

Tetapi sangat mengherankan, karena sejumlah orang tidak memiliki keinginan maupun harapan untuk melakukannya. Orang-orang yang malas dan tidak suka berpikir atau yang terbiasa mendelegasikan kepada orang lain untuk berpikir, setelah beberapa waktu otak mereka menjadi semakin lemah dan akhirnya pikiran dikendalikan orang lain. Inilah asal mula timbulnya pemujaan (pengidolaan) – dalam ajaran Islam disebut dengan pengkultus individuan ataupun taklid -

Jangan biarkan ini terjadi … otak anda sangat berharga … peliharalah !

Pesan sponsor :

Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. – Qs. 10:100

Berpikir dan teruslah berpikir … kritis dan kritislah dalam beragama … tinggalkanlah sifat jumud, taklid maupun kultus individu … pelajarilah semua hal dan obyektiflah, tataplah Islam melalui kacamata ilmu …. karena Islam diturunkan tidak untuk dibuat beku, Islam bersifat universal … Rahmatan lil’alamin….Islam menuntut anda cerdas, bukan menyuruh anda bodoh, biarkan umat-umat lain tersesat dengan doktrin irrasionalnya yang tidak boleh dibantah … tapi jangan jadikan diri anda bersifat sama seperti mereka.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. Qs. al-Israa 17:36

Manfaatkan potensi otak yang sudah diberikan sebagai fitrah dalam menangkap pesan-pesan ilahiah …

Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran – Qs. ar-Ra’d 13:19

Ada aspek lain tentang struktur otak yang merupakan tambahan pemahaman kita tentang otak, yaitu penemuan otak atas dan otak bawah serta sifat hubungannya satu sama lain dan sifat hubungannya dengan tubuh secara phisik.

Otak atas sering digambarkan sebagai otak intelektual, dia berhubungan dengan kegiatan atau aktivitas sehari-hari. Yang lebih penting lagi, otak ini adalah otak sadar, artinya dia mengendalikan kegiatan seseorang yang dilakukan secara sadar dan telah direncanakan sebelumnya. Dia juga mengatur semua fungsi tubuh yang secara sadar dilakukan.

Misalnya ketika anda akan berdiri atau duduk, otak atas yang mengirimkan tanda-tanda keotot anda yang lalu membuat anda berdiri atau duduk. Otak atas tidak mengendalikan fungsi tubuh yang tidak disadari.

Otak kiri dan otak kanan merupakan bagian dari otak atas.

Otak bawah adalah otak bawah sadar, dia mengendalikan emosi, sikap, insting seseorang.
Dia juga mengendalikan semua fungsi tubuh yang tidak disadari dan secara otomatis, misalnya gerakan pemompaan jantung, suhu tubuh, tekanan darah, proses pencernaan dan lain sebagainya.

Ini adalah tugas otak bawah untuk menghubungkannya dengan kesadaran anda dimana perasaan anda, suasana hati anda, sikap anda dan persepsi anda semuanya diproses disini. Sehingga seringkali diasumsikan bahwa otak bawah bekerja secara terpisah dari otak atas, yaitu otak atas tidak mengendalikan otak bawah dan sebaliknya.

Jadi secara sadar seseorang tidak bisa mengubah tingkatan jumlah detak jantung, mengurangi suhu badan atau menghentikan aliran darah keseluruh tubuhnya. Otak atas diasumsikan sama sekali tidak dapat mengendalikan fungsi tubuh yang otomatis tersebut.

Pada tahun 1970, seorang ahli Yoga bangsa India berhasil membuktikan sebaliknya.
Swami Rama mempertunjukkan kepada Menger Foundation di Kansas USA bahwa dia dapat dengan mudah mengendalikan tubuh dengan pikirannya. Pada serangkaian percobaan, duduk diam dan hanya menggunakan pikirannya dia menciptakan perubahan suhu badannya, menghentikan jantungnya dalam memompa darah dan bahkan mengubah kecepatan gelombang otaknya sendiri.

Uji kebolehan Swami Rama berhasil meyakinkan para peneliti pikiran bahwa ada teknik-teknik tertentu yang dapat memprogram otak atas untuk mengendalikan otak bawah. Jika otak atas (otak sadar) benar-benar dapat mengendalikan fungsi otak bawah (otak bawah sadar), berarti pasti otak atas dapat juga mengendalikan kesehatan phisik tubuh, menyembuhkan penyakit dan memperbaiki fungsi tubuh yang terganggu, bahkan dapat mendorong kegiatan tubuh sampai batas kerja dalam atletik dan aerobik.

Aspek fasilitas otak ini menyoroti praktik-praktik spiritual dan mistik dari timur seperti pengaturan pernapasan, prosedur meditasi dan teknik visualisasi mental. Sejak itu maka mulailah dijaman modern ini apa yang disebut sebagai kesadaran jaman baru, yaitu berupa pemusatan perhatian pada kekuatan laten yang seringkali terbengkalai dalam kesadaran diri manusia.

Pada kenyataannya anda dapat berpikir tentang apapun …

Lebih dari itu, anda juga dapat berpikir tentang perasaan anda dan secara hati-hati menelusuri pikiran anda dari ketidak bahagiaan sampai keputus asaan. Sebenarnya anda dapat membuat diri anda sendiri tidak bahagia, membuat mata anda basah dengan air mata, mungkin saja melalui memikirkan sesuatu yang menyedihkan, suatu kejadian, seseorang yang anda cintai, sebuah film melankolis … begitupula sebaliknya, anda dapat membuat diri anda percaya akan diri sendiri, berpikir tentang prestasi, membuat anda berapi-api memikirkan orang-orang yang anda cintai.

Proses berpikir akan mengaktifkan tentakel pada sel otak anda.
Dengan cara mengendalikan pikiran-pikiran anda, anda dapat mengendalikan suasana hati dan emosi anda. Dan dengan mengikuti pikiran anda, sebenarnya anda dapat memulai penghargaan pada proses berpikir.

Ingatlah … setiap kali anda berpikir, anda sedang mengaktifkan gerakan elektrik dalam otak anda yang dapat menyebabkan sel-sel otak saling berhubungan, dan berhubungan lagi. Dan lagi … dan lagi …semakin banyak sel otak anda yang terhubungkan, semakin banyak terjadi hubungan dengan sel-sel otak lainnya … itu akan membuat anda berpikir sampai pada pemikiran tertentu, lebih dalam dan lebih dalam lagi menuju jaringan kerja raksasa pada sel-sel otak.

Jika anda cenderung dari jenis orang dengan otak sebelah kanan, sel-sel otak sebelah kanan anda telah terlatih dan lebih berkembang … sehingga proses berpikir anda selanjutnya akan membawa anda kebagian yang lebih imajinatif pada otak anda. Demikian pula sebaliknya.

Pesan sponsor :

Tidak salah jika Allah mewajibkan kita untuk mengedepankan pemikiran obyektif, yaitu menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan meski dalam keadaan marah, benci atau gejala emosi kejiwaan lainnya. Fakta bahwa benci merupakan salah satu bentuk emosi yang bisa membawa kita pada perbuatan dan pemikiran subyektif atau timpang.

Jika sudah benci pada seseorang atau suatu kaum maka biasanya pula apapun yang berhubungan dengannya pasti akan kita benci dan selalu salah semua meskipun seringkali nilai-nilai kebenaran ada pada apa yang kita benci itu, pada akhirnya sikap subyektif seperti ini mampu membuat kita berlaku aniaya dan malah anarkis terhadapnya.

Lihat betapa indahnya teguran Allah dalam kitab suci :

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Baik ia kaya ataupun miskin. Karena Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. -Qs. an-Nisaa’ 4:135

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil (subyektif). Berlaku adillah (obyektiflah), karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. -Qs. al-Ma’idah 5:8

Kata adil itu memiliki makna yang luas, adil dalam berpikir, adil dalam bersikap, adil dalam berbuat dan sebagainya yang mengarah pada kejujuran ataupun keobyektifitasan, dan sesuatu yang obyektif maka dia berarti sama sekali tidak melihat segala sesuatunya itu sendiri dengan satu kacamata saja …ada keseimbangan yang teratur dalam keobyektifitasan tersebut.

Disisi lain, bersikap adil pun hanya bisa dijalankan secara benar apabila pemikiran kita sudah mampu objektif, memandang sesuatu tidak hanya dari sisi “kita” tetapi juga dari sisi “orang lain”, mencari tahu kebenaran dengan didasarkan pada prinsip “memang ingin tahu” dan bukan bersandar pada prinsip “menjatuhkan argumen lawan” atau yang penting kita menang orang kalah.

Dengan dasar bahwa otak menjadi semakin efisien jika lebih banyak digunakan; dan dengan mengetahui bahwa efisiensi akan bertambah bila kita secara sadar menggunakan otak kiri dan kanan bersamaan, maka pengetahuan akan bertambah dengan pesat jika kita belajar dengan cara merangsang sel-sel otak untuk saling berhubungan sebanyak-banyaknya.

Jadi pengertian dan pemahaman harus bertambah baik bila kita menghubungkan apa yang sedang kita pelajari dengan sesuatu yang telah kita ketahui atau telah kita pelajari. Ini juga memperbaiki ingatan kita, karena akan terjadi ikatan kuat antara fakta baru dengan fakta lama tentang sesuatu yang telah kita pelajari sebelumnya. Didalam otak terjadi hubungan antara sekelompok sel otak dengan kelompok yang baru.

Untuk melipat gandakan efek ini lebih jauh dan memantapkan pengalaman belajar, kit aharus mengulang pelajaran tersebut sehingga hubungan dengan sel cadangan dapat memperkaya pengetahuan kita. Ini daoat dilakukan dengan menerapkan metode belajar input-output.

Ini berarti didalam proses belajar, kita harus memberi input (masukan) berupa memasukkan fakta, teori atau apapun yang kita pelajari kedalam otak, kemudian kita harus mendapatkan output (keluaran) yang sama yaitu fakta, pengetahuan dan pelajaran.

Dengan cara ini, bukan saja pengetahuan kita yang didalam otak akan diperkuat dan dipertebal, lebih penting lagi, otak kita juga akan diajari bagaimana caranya menghasilkan kembali apa yang sudah kita pelajari.

Para siswa yang tampaknya belajar setiap saat tetapi tidak dapat mengerjakan ujian dengan cukup baik sebenarnya belum belajar untuk memberikan output secara efisien tentang apa saja yang telah ia pelajari.

Tanpa memberikan hasil balik dengan menggunakan dan menerapkan apa yang di-input, maka mereka akan tetap menemukan masalah untuk mengerjakan ujian, terutama ujian tertulis.

Belajar memberikan input jauh lebih mudah daripada belajar memberikan output. Seseorang belajar memasukkan input dengan cara membaca, mendengarkan ceramah dan penjelasan-penjelasan. Kemudian dia mempertahankan semua yang telh dipelajarinya dengan mengulang, melihat-lihat lagi semua fakta itu beberapa kali. Setiap kali anda mengulang, hakekatnya anda sedang membuat hubungan sel otak yang lebih banyak.

Pesan Sponsor :

Inilah kiranya salah satu rahasia lain kenapa didalam kitab suci, Allah selalu memberikan begitu banyak pengulangan kepada kita, baik itu yang berhubungan dengan cerita umat-umat dimasa lalu sampai pada ketentuan dan perintah-Nya.

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi dalam Qur’an ini agar mereka ingat. -Qs. 17 al-Israa 41

Allah sudah menurunkan sebaik-baik perkataan, yaitu kitab yang sebagiannya serupa atas sebagian lainnya, yang diulang-ulangkan. Qs. 39 az-Zumar : 23

Sungguh maha benar Allah atas semua firman-Nya, inilah yang menurut saya kenapa kita benar-benar harus banyak belajar, mengkaji, membaca dan bersifat terbuka atas semua ilmu maupun kebenaran yang ada dalam pikiran ataupun tulisan orang-orang yang non-Muslim … tidak semua karya-karya mereka bersifat jahat, syirik, mudharat … lihatlah, mungkin benar mereka tidak hendak membuktikan apa yang sudah disampaikan oleh al-Qur’an, akan tetapi melalui tangan-tangan mereka Allah sudah bekerja untuk membuktikan kebenaran risalah-Nya kepada kita.

Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. -Qs. 39 az-Zumar : 9

Belajar untuk memberikan output mencakup diskusi mengenai apa yang sudah dipelajari, membuat catatan dan melakukan tes ulang sebanyak-banyaknya. Semakin banyak catatan yang anda buat, semakin banyak anda mempraktekkan pengeluaran output. Jika anda tidak dapat memberikan output, maka semua yang sudah anda pelajari akan terkunci didalam diri anda !

Memori adalah sebuah alat sebagai tempat menyimpan dan mengingat.
Dia terdiri atas kumpulan informasi didalam otak dan tentang kemampuan otak untuk menyaring semua fakta yang telah disimpan didalamnya, dan dapat muncul dengan fakta tertentu atau sepotong informasi yang diperlukan pada saat tertentu.

Pada saat anda tidak dapat mengingat sesuatu, bukan berarti fakta atau informasi yang diperlukan tersebut belum tersimpan didalam otak. Itu artinya bahwa hubungan sel otak yang mengatur sepotong informasi tersebut tidak disimpan dengan cara yang mudah untuk memenuhi proses mengingat yang cepat. Atau mungkin juga karena suatu hubungan terputus sehingga sulit atau tidak mungkin mengingat kembali pada suatu saat tertentu.

Pada pembicaraan normal, otak merespon indera pendengar, penglihat dan mungkin juga indera pembau dan perasa. Mereka bekerja dengan seketika secara bergantian antar amenyimpan dan mengingat kembali potongan-potongan informasi, mengecek data tersimpan untuk setiap kata yang diucapkan, membuat perbandingan dengan input sebelumnya, kemudian menghasilkan serangkaian mata rantai otak -yang semuanya untuk memastikan bahwa bukan saja jalannya percakapan menjadi lancar, tetapi juga terjadinya pertukaran pengertian.

Kepelikan dan kecepatan proses tersebut meninggalkan kesadaran tingkat normal manusia umumnya. Anda bercakap-cakap dengan orang lain sepanjang hari dan setiap anda melakukannya, otak terus bekerja, kecuali bahwa anda tidak menyadarinya. Otak juga menyimpan semua yang sedang didiskusikan dan dipertukarkan. Tidak satupun yang kehilangan perhatian otak.

Otak bekerja tidak hanya pada saat anda sadar, tetapi juga pada waktu anda sedang tidur.
Sekarang diakui bahwa setiap orang mengalami mimpi-mimpi pada saat ia tertidur. Sebagian besar dari kita tidak dapat mengingat lagi mimpi-mimpi ini, akan tetapi otak dapat mengingatnya. Dia merekam semua hal-hal sepele dari setiap mimpi, kebanyakan secara tepat dan sangat mendetail.

Percobaan yang dilakukan melalui cara hipnotis telah mengungkapkan fakta ini. Ketika dimintai untuk menggambarkan mimpi mereka dibawah pengaruh hipnotis, mereka biasanya dapat menceritakannya tanpa menemui kesulitan.

Hipnotis juga telah berhasil membuka blok ingatan yang dengan alasan tertentu telah membandel terkunci didalam otak manusia. Proses pengingatan kembali dengan cara ini sering memberikan hasil detil dan jelas. Satu lagi bukti tentang kapasitas daya simpan otak yang sangat besar. Masalah memori buruk pasti ada hubungannya dengan porsi kekuatan untuk mengingat kembali.

Kunci untuk meningkatkan memori erat hubungannya dengan daya pengingat.
Kita telah menyaksikan bahwa fungsi otak secara langsung dipengaruhi oleh hubungan milyaran sel otak. Hubungan ini terbentuk bila getaran elektrik ditimbulkan. Jadi daya ingat pasti ada hubungannya dengan hubungan yang dirangsang dengan berbagai cara.

Rangsangan ini mungkin ada yang secara spontan, melalui senyuman tertentu, bau parfum, foto yang sudah pudar, suara seseorang pokoknya hampir semua yang ada hubungannya dengan panca indera kita dapat menimbulkan suatu rangsangan memori yang saling berhubungan

Dapatkah kita secara sadar merangsang otak untuk mempengaruhi efisiensi ingatan yang lebih baik ?
Jawabnya : YA !

Mari kita selidiki beberapa aspek pada ingatan sadar :

1. Semuanya sama, otak mengingat secara lebih efisien pada kejadian-kejadian yang terjadi dipermulaan dan akhir, daripada kejadian yang ditengah-tengah.

2. Semuanya sama, otak mengingat secara efisien kejadian yang baru saja terjadi. Bahwa yang kemarin lebih mudah di-ingat daripada yang terjadi beberapa hari yang lalu. Yang terakhir lebih mudah diingat daripada yang ditengah.

3. Lebih mudah mengingat sesuatu, tempat dan kejadian dan sebagainya yang saling berkaitan daripada yang sama sekali tidak ada hubungannya.

4. Lebih mudah untuk mengingat sesuatu yang luar biasa daripada yang biasa.

5. Lebih mudah untuk mengingat sesuatu yang diulang-ulang daripada sesuatu yang dilupakan. Pengulangan memperkuat pola otak yang berkaitan.

Untuk lebih mengembangkan otak kiri agar dapat lebih baik dalam mengelola angka, lebih logis, lebih teratur dan lebih rasional dalam cara berpikir, kita memerlukan konsentrasi. Semakin anda dapat memfokuskan pikiran anda tentang sesuatu dengan mengabaikan hal yang lain, maka semakin efisien analisis anda terhadap kejadian, masalah, persamaan dan hal-hal intelektual lainnya.

Konsentrasi dalam proses berpikir bisa sangat sulit jika anda mudah terganggu, baik gangguan dari luar yang disebabkan oleh lingkungan dekat maupun gangguan dari dalam diri anda sendiri. Biasanya otak secara konstan -sibuk- … sehingga pikiran-pikiran lain yang melintas keluar dan masuk dari kesadaran kita menganggu konsentrasi.

Kunci untuk mengembangkan pikiran yang analistis dan rasional adalah dengan cara mencoba memperbaiki kekuatan konsentrasi anda serta memfokuskan mental anda, maka anda dapat secara sadar mematikan gangguan dari dalam maupun luar.

Pesan sponsor :

Lihatlah kembali … bagaimana al-Qur’an melalui sholat sudah mengarahkan kita agar bisa melatih daya konsentrasi …

Luruskan mukamu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atanmu kepada-Nya – Qs. 7 al-araaf 29

Meluruskan muka dapat diartikan sebagai upaya konsentrasi …dan mengikhlaskan ketaatan bisa juga diartikan sebagai kesadaran … dengan begitu sholat harus dilakukan dalam keadaan konsentrasi (khusuk dalam istilah agama) serta di-iringi dengan kesadaran penuh kepada Allah agar semua pujian dan permintaan mengalir secara baik dari dirinya.

Dengan demikian pula maka dari sini saya menterjemahkan kata konsentrasi atau khusuk itu bukan dalam keadaan seperti orang yang budeg yang tidak tahu apa-apa yang terjadi disekitarnya.

Lihat pula bagaimana ayat-ayat al-Qur’an menggambarkan posisi Sholat dalam keadaan perang … ada kesiagaan disana meski sedang berkonsentrasi kepada ilahi. Lihat pula dalam hadis, bagaimana Nabi ditunggangi oleh kedua cucu tercintanya saat beliau sedang sholat disana digambarkan beliau Saw melakukan gerakan-gerakan tertentu seperti memperlambat bangkit dari sujudnya karena khawatir kedua cucunya itu jatuh dari punggungnya dan seterusnya.

Dari Abu Qatadah al Anshari : Sesungguhnya Rasulullah Saw sholat sambil mendukung Umamah binti zainab binti Rasulullah; apabila Nabi sujud, diletakkannya Umamah itu dan saat ia berdiri didukungnya kembali – Hadis Riwayat Bukhari

Dari Abu Hurairah berkata : Kami Sholat Isya beserta Nabi ; Apabila beliau bersujud, Hasan dan Husen melompat atas punggungnya; Karena itu, apabila Nabi mengangkat kepalanya beliau mengangkat Hasan dan Husen dari punggung dengan lembut dan mendudukkannya ke lantai; ketika Nabi kembali sujud, Hasan dan Husen kembali menduduki punggungnya ; demikian keadaan itu berlangsung hingga selesai sholat
sesudah selesai sholat, Nabi mendudukkan salah seorangnya keatas pahanya – Hadis Riwayat Ahmad

Semua dalil-dalil tersebut semakin mengantarkan kepada kita bahwa konsentrasi bukanlah harus selalu hening, diam, lupa segala-galanya … konsentrasi merupakan pemusatan pikiran yang tidak membuat kita mengabaikan kesadaran. Sebagai dalil lainnya yang menguatkan :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat dalam keadaan lupa ingatan (mabuk) sampai kamu sadar (mengerti) apa yang kamu katakan – Qs. 4 an-Nisaa 43

Mabuk artinya suatu keadaan dimana dia secara phisik terjaga (tidak sedang tidur tidak pula sedang gila) akan tetapi suatu keadaan dimana yang bersangkutan tidak mampu menggunakan keterjagaannya itu sebagaimana mestinya, dia tidak dalam keadaan sadar dan mengerti apa yang ia pikirkan, apa yang ia lakukan. Orang yang mengatakan khusuk itu sama dengan diam tak bergerak, hening serta mati rasa …. itu sama artinya sedang mabuk, terlepas apakah dia mabuk cinta pada ilahi atau mabuk-mabuk lainnya …. yang jelas semua sifat mabuk itu ditentang oleh al-Qur’an sebab itu merupakan sifat konsentrasi yang salah.

Konsentrasi itu baru bisa disebut konsentrasi jika ia mampu mengalahkan semua gangguan (noise) yang datang dari luar maupun daridalam dirinya namun tetap mengerti apa yang terjadi dan dilakukan oleh dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Itu juga kiranya kenapa dalam Islam tidak ada konsep kerahiban … yaitu suatu keadaan dimana orang hanya hidup untuk Allah dan mengabaikan dunia, sebab justru dalam dunia itulah orang bisa menemukan Allah, dalam dunia itu juga kualitas keimanan seseorang itu diuji … orang yang melakukan pengasingan diri dari dunia pada hakekatnya hanya lari dari ujian Allah.

Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) -Qs. 57 al-Haadid :27

Sholat hanya sebuah bentuk rangsangan awal buat kita dalam belajar konsentrasi … sebagaimana juga misalnya konsep Imam dan Makmum juga pendekatan paling sederhana dalam kaidah membangun sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pelajarilah Islam secara rasional … InsyaAllah anda akan banyak menemukan penjelasan-penjelasan universal didalamnya.

Pikiran manusia bagaikan sebuah gunung es yang terbentuk dari tingkat kesadaran dan tingkat bawah sadar. Tingkat kesadaran yang sedang terjaga biasanya disebut tingkat beta. Tingkat ini memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, kita bergerak ditingkat beta bila kita saling melihat dan berinteraksi. Kita benar-benar sadar dan dalam keadaan terbangun. Gelombang otak kita pada tingkatan kesadaran beta ini antara 14 sampai 21 putaran setiap detiknya.

Satu tingkat dibawah beta adalah alpha, ini adalah tingkat bawah sadar dimana gelombang otak antara 7 sampai 14 putaran setiap detiknya. Disinilah kesadaran kita dalam bermimpi dan kondisi kesadaran yang bisa disugesti. Ada kemungkinan bagi kita untuk secara sadar memasuki tingkat alpha ini dan menyentuh akal kita sehingga mengarahkan pola energi yang ada untuk mewujudkan hasil yang di-inginkan secara khayali dalam bentuk phisik.

Satu tingkat dibawah alpha adalah tingkat kesadaran theta.
Gelombang otak pada tingkat ini bergerak antara 4 sampai 7 putaran setiap detik. Ini adalah tingkat sugesti yang sangat kuat sehingga banyak terapi hipnotis dilakukan pada tingkat kesadaran ini.

Berikutnya adalah tingkat kesadaran delta.
Ini adalah tingkatan tidur nyenyak dan gelombang otak bergerak antara 1.5 sampai 4 putaran setiap detiknya. Tingkatan ini tempat menanamkan ingatan dan sangat mudah disugesti, juga merupakan tingkat tanpa penolakan. Pada tingkat ini juga proses cuci otak bisa dilakukan.

Pikiran bawah sadar bisa mengendalikan phisik kita, mempengaruhi emosi kita dna memerintahkan sikap dan respons tertentu, serta ia mampu menyimpan dan pemikiran dan program emosional yang ada. Pikiran bawah sadar ini sangat otomatis cara kerjanya apabila diberi rangsangan yang tepat

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin, dan begitupula pada dirimu sendiri.
Maka apakah kamu tidak memperhatikan ? – Qs. 51 adz-Dzariyat 20 s/d 21

Yah … ini saja dulu untuk sementara yang bisa saya sarikan dari bukunya Lillian Too : Explore the Frontiers of Your Mind … semoga bisa memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan buat kita semua.

Sebagai akhir, saya akan berbagi sedikit cerita, kebetulan hari minggu 26 Maret 2006 yang lalu saya dan keluarga berkunjung kerumah mertua … disana saya diperlihatkan sebuah buku karya Agus Mustofa dengan judul : Menyelam kesamudera Jiwa dan Ruh … buku ini terbitan PADMA Press, sebuah buku serial diskusi Tasawuf Modern … sudah saya baca dan isinya sangat bagus, hampir 95% tulisan-tulisan didalamnya sama dengan apa yang ada dalam pikiran dan konsep berpikir saya pribadi…. ya baik itu tentang pembahasan ruh dan Nafs, Akal dan Kesadaran bahkan dibuku itu juga dikupas mengenai Misteri otak dan jiwa, kekuatan otak dan kekuatan jiwa hingga kematian otak dan jiwa …

InsyaAllah, pada kesempatan lain, mungkin sayapun akan mencoba mengangkat sari dari buku tersebut untuk disharing dimilis kita ini … yach … kita memang harus terus belajar ….sesuai perintah pertamakali wahyu turun : IQRA’ .

Tulisan berikut disarikan dari buku Explore The Frontiers of Your Mind

Karya : Lillian Too

Terbitan Elex Media Komputindo – 1997

Disampaikan Oleh :
Armansyah

http://armansyah.swaramuslim.net


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.